Free Web Counter
Free Web Counter

Good morning.

Good morning.

Your laugh, i missed much.

Your laugh, i missed much.

kiddiescribblinz:

batangporn:

This Little Girl’s Diary Shows An Imaginary Friend Gone Horrifyingly Wrong

It is easy for kids to be understood. They’re learning so much, after all. It’s easy for them to write something they didn’t mean, or draw a picture that might seem a little strange to adults but be perfectly innocent to them. 

This diary, however, is hard to place in that category. The character of Lisa… and the suggestions she makes… seem pretty hard to misinterpret. Take a look, but be prepared to be super creeped out. 

This one’s been around a while. While we knowledge it as dubious, it wouldn’t surprise us that this is some little kid spectral real talk.

Wow, serem juga .__.

“Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenangan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf.”

Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

:)

wujud dari keberanian :)

(via akhmadi-yusuf)

“Sebab semakin jauh, semakin tumbuh: Rindu, dan manis ketika kembali temu. Dan perjumpaan tanpa umpan. Senyum lebar, meski sebentar. Titik pandang yang sama, tak berencana. Mungkin itu sebabnya kita harus pergi. Menunggu jumpa dan sapa: Selamat pagi.”
—Jamika Nasaputra
Dua Puluh Lima

Dua puluh lima tahun yang lalu kami berikrar untuk melangsungkan pernikahan, pada Tuhan dan dihadapan para saksi saksi.
Bukan hanyandengan harapan tapi juga dengan program2 untuk membinanya.

Hari itu 15 Agustus 1989, pada bulan syuro ( yang menurut sebagaian masyarakat Indonesia tidak elok untuk suatu pernikahan) tapi kami yakin dan serahkan niat baik ini pada Allah Yang Maha Menentukan dan Pencipta, Mengatur kehidupan. Alhamdulillah 25 tahun kami lalui denhan rahmat dan berkah melimpah dari Maha Pencipta.

25 tahun lalu tanpa upacara adat, tanpa perayaan megah, kami memulainya semuanya dari nol. Syah dalam syariat dan dicatat oleh negara. Dengan keyakinan dengan kerja keras dan saling percaya dan mencintai akan memberikan kami kekuatan dan ketegaran dalam menghaapi semua kesulitan dan badai kehidupan.

23 tahun yang lalu, putri pertama kami lahir 27 juli 1991, dan dua tahun kemudian 26 Juli 1993 putri kedua kami lahir, semua alhamdulillah sehat .
Alhamdulillah kami diberikan 2 orang putri, yang insyaallah menurut hadis….jika memiliki anak perempuan lebih dari satu orang,jika mereka mempertahankan kesuciannya hingga mereka menikah, maka mereka membangun rumah di surga untuk kedua orang tuanya. 

25 tahun yang lalu, seolah terasa baru saja kami melatih anak untuk belajar toilet training, belajar makan sendiri, belajar berpuasa, sholat memberikan nilai nilai agama, terasa berat jika sekarang kami mengingatnya kembali, namun pada masa itu tidak terasa berat ketika kami melakukannya.
Ketidak beratan itu adalah suatu berkah yang diberikan Allah kepada kami dan kekuatan cinta kami? JALANI HIDUP DENGAN CINTA, IKHLAS, SANTAI BERSAHJA dan LILLAHI TA’ALA.

Sekarang ini kami hanya tinggal berdua, kami menjalani hidup dengan lebih banyak waktu untuk membaca,mkegiatan sosial, mengunjungi anaka anak, jalan jalan dengan sepeda motor tua kami.
Memang hanya itulah yang kami punya.
Memang berkah dan riski yang diberikan Allah melimpah ruah, yaitu kesehatan, putri putri yang baik, bisa memberikan pendidikan dan sekolah yang baik pada putri putri kami, dan masih bisa berbagi dengan sesama.

Alhamdulillah , puji sukur yang diucapkan rasanya belum cukup untuk semua berkah yang diberikan Allah pada kami. Semoga Allah selalu memberikan limpahan rahmat, hidayah dan barkah Nya pada keluarga kami.
Semoga iman islam putri putri kami bertambah kuat, hanya tangan Allah lah yang selalu dapat menjaga mereka, aamiin.

Tulisan ini di buat oleh Sulitina, istrinya Roni Nasaputra, mumski nya Megan dan Jamika Nasaputra.
Semoga ada manfaatnya

Tulisan ini dibuat oleh ibu saya, di edit dan dipublikasikan oleh bapak saya, di dua puluh lima tahun usia pernihakan beliau. Semoga selalu manis, semoga selamanya.

“Dulu, semasa mahasiswa, aku dalam posisi seperti kalian. Aku diteriaki bodoh, sehingga aku selalu sadar bahwa aku harus terus belajar. Aku diteriaki tidak intelek, sehingga keseharianku ditantang untuk membuktikan esensi sebuah ilmu, yaitu kebermanfaatan untuk masyarakat. Belajar dan bertindak tidak boleh ada jeda, karena semakin banyak kita tahu semakin besar tanggungjawab yang harus kita lakukan.”

Kak Gianto, tentang pocin. (via elvinadiah)

:’)

(via muhammadakhyar)

muhammadakhyar:

Tulisan ini adalah karya Sartika Dian Nuraini, Penyair, Anggota Bale Sastra Indonesia-Solo. Terbit di Kompas, 16 Januari 2013. Pagi ini kita diingatkan lagi, apa itu sarjana.

Sarjana adalah potret terang di depan kamera. Ia menyungging senyum semringah, memakai toga dan baju kebesaran,…

“Those who love you are not fooled by mistakes you have made or dark images you hold about yourself. They remember your beauty when you feel ugly; your wholeness when you are broken; your innocence when you feel guilty; and your purpose when you are confused.”
—Alan Cohen  (via nayasa)

(Source: onlinecounsellingcollege, via nayasa)

nayasa:

Siapapun membaca cerita-cerita tentang kebahagiaan orang yang akan dan sudah menikah, tentu akan membuat para hati perempuan (mungkin juga lelaki) akan berbunga-bunga kemudian munculah perasaan ingin merasakan hal yang sama. Banyak yang bilang menikah itu mudah, berapa banyak seminar-seminar yang…

Tidak ada yang biasa saja. Ketika dua langkah berbeda, bertemu. Membina rasa dengan cara yang sederhana. Lama. Sempurna dalam usia dan upaya.

Untuk cinta yang beri teladan, dalam kisah panjang tanpa tautan. Medan lautan. Tak apa. Berdua, kuatkan iman. Bercerita saat hujan.

Aku buktimu. Cintamu. Sebab ikhlas dan setia diantaramu, tak perna semu.

Selamat mengulang kisah pertemuan rasa. Seperempat abad untuk selamanya. Semoga semai cinta semakin berbunga. Bersama, satu tuju, berjuta asa, sedalam-dalamnya. Selamanya, cinta.

Bandung, 15 Agustus 2014
Untuk ulang tahun pernikahan Ibu dan Bapak. Semoga bisa menemukan cerita serupa, sebenar-benar cinta.
@jamikanasa

“I’ve found that growing up means being honest. About what I want. What I need. What I feel. Who I am.”
Epiphany.  (via saintofsass)

(Source: 1missedcallfrommom, via zakyamirullah)

«back
Do I Really Deserve You?
Design by Athenability
Powered by Tumblr